Selasa, 26 Februari 2013


Fenomena gagal struktur menjadi sangat keren dan menjadi topik bahasan media ketika Jembatan Kutai Kartanegara ambruk. Tanpa mengabaikan isu lain dibalik runtuhnya jembatan, Keruntuhan tentu saja lebih banyak disebabkan faktor konstruksi. Para ahli konstruksi jembatan menganalisis bahwa runtuhnya Jembatan Kartanegara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, disebabkan oleh faktor kegagalan struktur. Sejak dioperasikan tahun 2001, struktur jembatan sudah mengalami pergeseran pada ujung atas tiang (pylon) jembatan. Kondisi itu diperparah kegagalan sistem sambungan kabel utama dengan kabel penggantung. Pylon ialah tiang tinggi yang berfungsi menopang kabel utama pada jembatan gantung.




Kegagalan struktur lainnya bisa terjadi pada pekerjaan lain seperti struktur dinding rumah, lantai gedung, struktur atap, dan lain-lain. Struktur rangka atap baja ringan adalah salah satu konstruksi yang rawan terjadi kegagalan struktur. Kegagalan ini menyebabkan terjadinya keruntuhan atap yang bisa disebabkan oleh banyak factor. Untuk menghindari kegagalan struktur pada pekerjaan baja ringan, bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Perencanaan. Lakukan sebaik mungkin dengan memperhitungkan factor seperti panjang bentang kuda-kuda, tinggi kuda-kuda, sudut kemiringan, jenis genteng, beban angin dan beban orang bekerja, water heater, lebar ring balok, dan lain-lain.
  2. Pemasangan. Pastikan setiap personal yang menjadi pemasang adalah mereka yang terlatih. Pemasangan yang baik akan memperhatikan setiap detil dari gambar rencana dan menyesuaikannya dengan lokasi proyek. Sudut yang ada dilembar kerja akan dicek dengan bentuk di lapangan. Yang sering menyebabkan masalah adalah sopi-sopi, sering terjadi kesalahan karena perbedaan menarik sudut antara pemasang baja ringan dengan pembuat dinding. Hal lainnya yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan adalah penempatan braket, pelat kaki, penguatan struktur pada titik-titik yang direkomendasikan, pemasangan tali angin, dan ikatan-ikatan lainnya sangat penting untuk diperhatikan.
  3. faktor struktur bawah. Struktur bawah terdiri dari kolom, dinding, dan ring balok. Ketiga struktur di bawahnya sangat penting dalam menopang struktur rangka atap.
  4. Konsultasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan rangka atap dengan produsen yang mengeluarkan produk baja ringan yang akan dipakai. Mintalah selalu referensi hasil uji lab struktur untuk memastikan kekuatan dari material yang akan digunakan.
  5. Koordinasikan dengan semua pihak yang terlibat jika ada hal-hal yang harus dikoordinasikan. Hal ini akan membuat pekerjaan pemasangan rangka atap baja ringan menjadi lancar dan sesuai dengan harapan.

Kegagalan struktur bisa kita hindari dengan mematuhi semua kaidah struktur yang direncanakan dengan baik. Tanpa harus mengurangi factor-faktor lainnya seperti bencana alam seperti gempa bumi, angin ribut, badai, dll. Hindari juga Pengurangan-pengurangan pada elemen dasar struktur rangka atap baja ringan seperti pengurangan bracing (ikatan-ikatan) atau aksesoris lainnya yang penting bagi sistem sruktur tersebut. Struktur yang terjamin kuat akan memberikan tingkat keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya.

Sumber: ilmusipil.com

0 komentar:

Posting Komentar

untuk info dan pertanyaan tinggalkan komentar anda

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!